wahai jiwa-jiwa yang menunda syahwat
peluklah sunyi yang sempurna
geloralah birahi-birahi atas puisi
goreskan gairah endap mendalam
luncaskan tenaga suksmawi
menari memenuhi atmosfir malam
pesona dzikir melanglang
mengangkasakan ruh
Suka Puisi Aja...
lebih dekat dengan saya
- Pandawa Yogya
- Jeron Benteng, Yogyakarta, Indonesia
- Aku dapat saja sekedar mengucapkannya, tapi dengan menuliskannya akan dapat lebih menjaga keberadaannya
Jumat, 03 Februari 2012
Minggu, 29 Januari 2012
Panggung Sandiwara
gerak tari dan lantunan orkestrasi
dengan naskah dan partitur yang mengatur
agar yang bergema adalah keselarasan
ada deretan tangga nada tempo dan variasi irama
dan juga jeda dalam sendratari gubahan Sang Agung
indah dalam skenario dan musiknya sendiri
apapun iramanya adalah pelangi kehidupan
pelangi yang tak mungkin satu warna.
Sabtu, 28 Januari 2012
Bunga Terakhir
aku pernah serahkan serangkai bunga
ada ketakutan kau akan merawat barang layu
hingga cepat sekali bunga itu kau letakkan
ketahuilah itu bunga aku berikan bertangkai
dengan seluruh akar-akarnya
dan kini aku tak lagi berkebun
sehingga tak lagi ada bunga.
itu satu-satunya.
ada ketakutan kau akan merawat barang layu
hingga cepat sekali bunga itu kau letakkan
ketahuilah itu bunga aku berikan bertangkai
dengan seluruh akar-akarnya
dan kini aku tak lagi berkebun
sehingga tak lagi ada bunga.
itu satu-satunya.
Kamis, 17 November 2011
Mentari Bumi
matahari itu
masih yang kemaren
muncul ketika belahan bumi
yang terpijak menadah wajah ke arahnya
memberikan hal sama kepada
semua benda angkasa di sekitarnya
namun hanya bumi yang setia mengandung cahayanya
dan sedia melahirkan kompleksitas kehidupan
dari unsur, kuman dan jasad renik
bahkan dipilihNya sebagai pijakan Adam dan Hawa
mengelola cinta, mengelola bebenda mahluk lainnya
menaklukkan yang terkecil hingga raksasa
pertanyaan untuk kita
tarian apa yang telah kita gelar
karya apa yang telah kita babar
dari semua yang telah dibekalkanNya
jawabku :
ach... aku tertinggal
masih yang kemaren
muncul ketika belahan bumi
yang terpijak menadah wajah ke arahnya
memberikan hal sama kepada
semua benda angkasa di sekitarnya
namun hanya bumi yang setia mengandung cahayanya
dan sedia melahirkan kompleksitas kehidupan
dari unsur, kuman dan jasad renik
bahkan dipilihNya sebagai pijakan Adam dan Hawa
mengelola cinta, mengelola bebenda mahluk lainnya
menaklukkan yang terkecil hingga raksasa
pertanyaan untuk kita
tarian apa yang telah kita gelar
karya apa yang telah kita babar
dari semua yang telah dibekalkanNya
jawabku :
ach... aku tertinggal
Sabtu, 29 Oktober 2011
April penuh syukur
terima kasih Yogya
terima kasih bunda
yang dengan rahim berdarah-darah saat menghadirkan duniaku
yang dengan rahim kehidupan selalu memeluk semangatku
yang dengan rahimnya ditempatkanku sebagai pangerannya
terima kasih ayah,
yang mengajariku bahwa bahu laki-laki harus sekuat bebatu
yang aku dapat saat berdiri membonceng sepedamu,
yang rela tanganku mengalungi lehermu.
terima kasih guru,
yang membuatku melihat hikmahi dari bongkahan batu
yang membukakan jendela hingga aku melihat dunia
yang mengenalkan padaku pena hati, hingga dapat kutulis puisi
terima kasih ,mbok arjo
yang menyuapkan pengalaman kasih,menyuapiku ketika bunda tak sempat asih
yang mengganti celana basahku karena pipis yang tidak benar.
terima kasih yu tumini,
yang menyiapkanku bisa berjalan jauh.
aku tak dendam saat aku kau bawa pergi minggat jalan kaki
saat kau merasa ibuku marah padamu.
aku tahu kau ingin pergi, tapi kau sangat sayang padaku.
terima kasih pada kakakku,
yang mengenalkan betapa asiknya main bola
yang membuatku mengenal pernikahan
yang membuatku mengenal pernikahan
yang membuatku ingin menikah dengan pernikahan kalian
aku belajar dari cara kalian main bola
dan belajar dari kalian hal yang indah, tentang bagaimana cara menikah.
terima kasih pada adik-adikku,
yang percaya aku bisa melindungi dari panas dan hujan
yang menempatkan aku tempat mengadu saat kalian menangis
karena nakalmu yang belagu.
terima kasih kepada kekasih,
yang rela menghadirkan titian warna pelangi
meniti bersama menggapai puncak asmara
cakrawala sutera dewangga
kau mengenakan padaku seolah aku pantas
dengan mahkota raja
kau mengenakan padaku seolah aku pantas
dengan mahkota raja
terima kasih pada sahabat,
yang membuatku selalu bahagia
dalam kebersamaan,
dalam kesuka-citaan , dalam kesakitan
semua rasa , sama membahagiakannya
semua rasa , sama membahagiakannya
terima kasih Allah ,Tuhan, atas segala sumber kebahagiaan
yogya,09042011
orbit kesadaran
oleh siang aku ingin diajari
cara membangkitkan malam demi malam
dengan kesuka-citaan, menghadirkan cahaya
dengan menebar sungging senyuman
serta hangat seruan
saat ini pada malam aku sedang mengaji
bagaimana menyelubungi siang dengan ketenteraman
bagaimana mengundang rembulan, mencemerlangkan bintang
dan menuntun mahluk bertasbih, bertahmid, bertakbir
serangga fasih dalam derik istighfar.
Wahai Engkau, yakinkan aku
bahwa masih ada pagi di depanku
dan sore yang menggantikannya
seperti saat matahari datang,
berputar dalam orbit inti kesadaran
dan tenggelam dengan tenteram
tersenyum senja temaram
langkah sang musim
dinihari penghujan adalah kelahiran
anak-anak begitu manis
dengan jari jemari cerah kecil
melekati kaki dan tangan.
paginya adalah masa kanak-kanak kita
dipenuhi dengan sinar matahari dan hujan.
Ada banyak sukacita dan kebahagiaan
tanpa sakit hati dan kelelahan
Matahari sepenggalah adalah tahun dewasa muda
penuh perubahan dan uji coba.
langkah kita baru mulai
dalam melakukan perjalanan bermil-mil.
siangnya adalah saat
akhir merapat makin dekat.
karena jika kita tahu kita ada
tidak perlu ada yang ditakutkan.
Tak mungkin ada musim panas
tanpa musim penghujan
mereka saling melahirkan
dan tanpa ini
tidak akan berarti apa-apa.
bertemu musim bukanlah waktu untuk cemas.
lewat musim-musim
untuk menjadi satu musim lebih dekat.
hingga bergabung kembali
pada yang mencintai dengan begitu sayang..
Langganan:
Komentar (Atom)