dia merentang tangan dengan kehangatan peluk
sedang di setiap jengkal ragaku
jarum racun terselip rapi tersembunyi
maka tertikam dada orang yang kita cinta
saat ujungnya terbenam ke dalam dada,
terlihat hatinya tersedak mencoba menghirup udara,
coba meraih menggapai-gapai apa saja
menegakkan keberadaannya
menahan perih
wajah kecewa terlanjur pasi
memapar ketidakfahaman keheranan
Melebam sekitar hati terluka, nganga
kesakitan berpanggung di ruang jiwa
mulailah kedalaman luka tanpa darah,
mulai getar yang parah.
pun terjatuh.
Sekarat hati dan mewariskan tanya
" tega nian, sahabat.." dengan tatapannya
Tak terbayang aku mampu melakukannya.
Begitulah, setiap hari, terus dan lagi dan lagi,
menikam orang-orang yang kita cintai.
dengan tajam yang tak terlihat,
ketajaman yang tidak berkilat-kilat.
hati telah menjadi parang yang garang
ladang luka dibuatnya
sama kedalaman dan pedihnya
seperti luka ribuan pisau bajak berujung baja.
terlalu dalam luka yang aku buat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar