Banyak orang memuja dan menginginkan relasi cinta seperti merpati, semoga mereka memahami merpati seutuh hidupnya dan tidak sekedar melihat kemesraan dalam bercinta. Memang sangat mencemburukan perilaku pasangan merpati saat sedang memadukan kasih.
Namun cobalah mengamati hal-hal lain yang menjadi perilaku standartnya. Agar kita bisa seimbang dan konsekuen saat mengidolakannya. Apalagi tentang kesetiaan. Mereka hanya terpisah oleh kematian salah satunya. Atau bisa juga karena oleh rudapaksa saat diperbudak manusia
lalu Lihatlah saat-saat mereka mencari ranting dan rumput untuk sarangnya, mereka bersama bersama mengumpulkannya sehelai demi sehelai, dilakukan bersama. Lalu membentuknya menjadi bola setengah lingkaran yang nyaman untuk diri mereka, dan nyaman juga untuk calon anak-anaknya
Kemudian lihatlah juga saat mereka mengerami penetasan telurnya, bergantian mereka memberikan kehangatan bagi generasinya, berbagi tugas. Yang tidak sedang mengerami telurnya, pergi mencari makan untuk menjaga dan membangun kekuatan dirinya, tapi tak lupa juga dia menyediakan sisanya, untuk kemudian menyuapkan kepada anak-anak bayinya, juga terhadap pasangan yang di sarang bertugas mengasuhnya. Bergiliran, bersamaan tanpa membedakan merpati jantan ataupun betina..
Kekuatan cinta dan kemesraan sepasang merpati, diletakkan pada kerasnya perjuangan masing-masing pihak di antara mereka. si jantan dan si betina. Yakni berjuang untuk mengenal, berjuang untuk setia, berjuang untuk kesejahteraan bagi diri dan generasinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar