sejauh perjalananku
terasa ada yang tertinggal di antara jejak kita
mungkin karena terlalu sederhananya
sehingga setiap mata terlena
dan telinga tak pernah mendengar apa yang dikatakannya
terbisik oleh gerimis yang jatuh
termenungnya sekuntum bunga yang mengasuh embun
kepak sayap burung di angkasa beserta jejaknya
aku ingin memungut semua itu kembali
dan menyimpannya dalam rekaman
mata yang merabun oleh asap kehidupan
menyerapnya menjadi rerangkai kata sederhana
meski aku bukan pujangga
oh geletar angin maafkan sombongku
maafkan takaburku
menyiibuki ruang-ruang dalam kehidupanku
yang tandus dan kelu
kini biarlah menjadi ruang-ruang yang membuka
di sisa-sisa waktuku
merdeka menghirup terang cahaya
sekalian udara yang dirambatinya
kembali pada kesadaran
bahwa sejatinya hidup hanyalah sederhana
bahwa hanya butuh tersenyum saat matahari pergi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar