menderapkan sisa rindu yang bersemayam di rongga
mendegubkan jiwa
aku paham, pujianku terseret dalam cium dan pelukanmu
di jantungmu aku bersemayam
kontemplasi atas riwayat yang tercatat dari pergeseran
bayang-bayang mentari
seperti beringsut butiran tasbeh pada telapak menengadah
mengulang-ulang sumpah yang harus dilahirkan
mengecup hatimu adalah membiuskan segala kebajikan
tak harus berakhir meski senja telah pecah
ketipak kaki kuda menderap dalam kesunyian
mimpi yang selalu mengelayuti hati
menunggu menanti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar