Saat saat aku menatap mawar yang berkembang di latar rumahmu
membayang pada malam yang subur oleh keharuman
aku merasakan ada waktu yang terisi oleh tanah, tumbuh serabut akarnya.
cerita tentang ribuan upaya harus dibongkar untuk menyelipkan kata-kata
yang kau tanamkan di telingaku.
malam ketika kau daratkan ciuman bertubi-tubi pada bilah-bilah hatiku.
dan hamparan bintang dilayar malam, selimut cahaya angkasa
memeluk memagut lewat mimpi
saat bertumbuhan seroja di tangkai-tangkainya. kalimat janjimu
setiap saat teringat pernah aku berikan melati yang berisi harapan, aku mengunyah-kunyah memori.
lalu memaknai, bahwa bunga itu tetap indah dan bukan sebatas mimpi.
karena mu, hatiku bertumbuh bebungaan warna warni
meskipun terkadang merah menyala berwarna api.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar