kering meluluhlantakkan ladang-ladang
daun-daun dan kelopak bunga meratapi akar
telaga mampet dan sungai menelantarkan pipa-pipa
wahai gadis duhai perawan
mengapa hujan merampok kesejukan
mengapa sumber membuat sarang hilang
kacau musim oleh mendung yang terlambat datang
sehingga mentari pun hanya pemerah waktu
demi tradisi yang pelan tenggelam
dalam kecoklatan
wahai awan-awan
dimana kau belokkan langkah
kembalikan itu telaga
dan balut bumi dengan hijaunya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar