tangan siapa yang membalutkan kertas
sehingga irisan-irisan ini tertata bak pipa
setiap hisapan memenuhi langit-lanit kepala
memusar lewati kening mendaratkan tenteram
aroma kental melewati batang saluran
dan paru-paru kembang kempis memompanya
sejenak asap mengepul menyamarkan luka
melingkar lingkar menjauhi bibir yang kusam
hitam kering keracunan.,
aku dengan bodoh menghitung
2.. 3.. 4.. mulai dab berhenti hanya sampai di situ.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar